Kris tampaknya tidak khawatir menghadapi tuntutan hukum terkait kontrak kerja yang ditujukan padanya dari mantan agensinya yaitu SM Entertainment yang menaungi boygroup EXO, group yang telah membesarkan namanya. Kris memiliki bukti kuat bahwa dia tidak melanggar kontrak untuk menghadapi tuntutan hukum tersebut. Kris yang memiliki nama asli Wu Yi Fan ini berterus terang mengenai perlakuan tidak adil yang diterimanya selama ia menjadi member EXO.

Baru-baru ini, Kris merilis pernyataan resmi merespon tuntutan hukum terbaru dari SM Entertainment. Pada tanggal 31 Juli 2015, Kris mengungkapkan pernyataannya. Pernyataan tersebut berbunyi:

SM Entertainment di Korea sudah mengajukan tuntutan hukum kepada Kris dan perusahaan yang menaunginya di Cina, mengklaim bahwa dia sudah melanggar kontrak dengan perusahaan Korea.

Pada tanggal 13 Januari 2008, Kris menjadi trainee SM di negara asing untuk memenuhi mimpinya menjadi seorang bintang. Selama masa waktunya sebagai trainee, rencana debutnya terus diundur oleh SM Entertainment dengan berbagai alasan.

Setelah debut pada tahun 2012, pada bulan Januari 2013 ketika member EXO rekaman, Kris menemukan bahwa bagiannya, yang mana dia berlatih selama 10 hari, tiba-tiba dibatalkan. Dia menanyakan pada SM kenapa hal ini terjadi, dan mereka memintanya dengan memaksa untuk meninggalkan EXO untuk beberapa bulan, mengganggu karir Kris. Setelah berbagai negosiasi, Kris kembali ke tim, tapi dia diperlakukan tidak adil dan mendapatkan tekanan. Perlakuan SM yang diskriminatif, tidak tertahankan, dan kurangnya liburan menyebabkan masalah kesehatan yang serius untuk Kris. Dari bulan Juli 2013 Kris bekerja sambil melakukan pengobatan, dan pada bulan Januari 2014, dia didiagnosa menderita penyakit miokarditis di Cina. Meskipun situasi tersebut, SM tidak menjaga Kris dan kesehatannya. Selanjutnya, karena pembagian keuntungan yang tidak adil dan kurang mendapat dukungan dalam perkembangan Kris, dia kehilangan semua kepercayaan di dalam manajemen SM.

kris wu yifan sm

Karena alasan di atas, Kris mengajukan tuntutan hukum kepada SM Entertainment di Pengadilan Distrik Seoul pada tanggal 15 Mei 2014. Pada tanggal 14 Mei 2015, Pengadilan memerintahkan SM untuk memenuhi hak-hak Kris di luar Korea. Pihak Kris menganggap bahwa keputusan pengadilan adil. Namun setelah satu tahun negosiasi, SM tidak menerima putusan pengadilan, dan mereka tetap membawa masalah ini ke pengadilan. Ini seperti SM mencoba menunda pemutusan kontrak dengan Kris dan ikut campur atas karir Kris di dunia hiburan.

Kris selalu berterimakasih kepada SM, dan juga berterimakasih kepada semua orang yang telah membantunya berkembang. Dia berharap untuk menerima keputusan pengadilan sebelumnya, dan dia akan tetap menerima keputusan dari pengadilan yang dianggap tepat.

Selain itu, saat ini Kris sedang bekerja dengan tim hukum dari Cina-Korea untuk menyelesaikan masalah ini, dan seperti yang dia janjikan, dia akan melanjutkan jadwal-jadwalnya di Cina. Dia tidak akan membuat klaim apapun untuk kontrak SM Entertainment dengannya hingga tuntutan hukum  tersebut diselesaikan, dan dia akan menyerahkan semuanya kepada tim hukum.

Bagaimana pendapatmu tentang tanggapan Kris? Apakah dia memang korban dari sistem manajemen SM yang salah atau dia adalah pengkhianat yang tidak tahu cara membalas budi?

6,767 total views, 4 views today

Leave a Reply