Prime Minister and I adalah drama di tahun 2013 lalu yang sempat menjadi perbincangan karena perbedaan usia leading cast-nya yaitu Lee Bumsoo dan Im Yoona, yang bisa dibilang cukup jauh. Meski rating tidak mengindikasikan drama ini dinyatakan sukses di Korea Selatan sana, namun drama ini cukup populer di kancah internasional berkat Yoona yang juga personel dari Girls Generation atau SNSD.

Berkisah tentang seorang calon perdana menteri termuda yang pernah ada di Korea Selatan yang bernama Kwon Yul (diperankan oleh Lee Bumsoo). Kwon Yul memiliki imej yang sangat baik di mata publik. Jujur, pekerja keras, dan berdedikasi tinggi. Tapi di balik itu semua, dia adalah orang yang dingin, kaku, dan ayah yang otoriter terhadap ketiga anak-anaknya.

Semenjak ditinggal mati oleh istrinya yang meninggal karena kecelakaan, ditambah dengan kesibukannya di dunia politik, ketiga anaknya, Woori, Nara, dan Manse, merasa bahwa ayah mereka jarang memberikan waktunya untuk mereka. Kedatangan Nam Dajung (diperankan oleh Yoona), seorang wartawan berita infotainment yang sering menjadi bulan-bulanan wartawan lainnya karena tingkahnya yang ceroboh, menjadi penyegar di tengah kehidupan keluarga Kwon.

Prime Minister and I drama

Prime Minister and I drama

Awalnya Dajung disangka menculik Manse demi mendapatkan berita dari Kwon Yul, membuat sang calon perdana menteri marah besar. Tapi besoknya justru foto yang tersebar di internet dan koran harian menampilkan gambar mereka dengan angle yang menampakkan bahwa mereka sedang berpelukan mesra, padahal saat itu Kwon Yul sedang mengancam dan mencemooh Dajung. Untuk menghindari kesalahpahaman dan menghilangkan imej buruknya sebagai calon perdana menteri, Kwon Yul dan Dajung sepakat untuk menikah kontrak dalam jangka waktu tertentu.

Apakah pernikahan kontrak itu akan ketahuan oleh media? Dan bagaimana reaksi ketiga anak Kwon Yul?

Poin dari drama ini bukan hanya terjadi di seputar kisah cinta antara Kwon Yul dan Dajung, tapi juga ada intrik-intrik politik dari sekeliling Kwon Yul. Belum lagi rahasia-rahasia besar yang disimpan oleh kepala staff Kang Inho (diperankan oleh Yoon Shiyoon), kenyataan tentang istri Kwon Yul, dan masih banyak lainnya.

Kelebihan dari Prime Minister and I di mata kami:

1. Age is just a number

Prime Minister and I drama

Meski perbedaan usia Kwon Yul dan Dajung memang terpaut cukup jauh (Kwon Yul diceritakan berusia 42 tahun dan Dajung 28 tahun), tapi hal ini juga menjadi salah satu alasan bahwa memang cinta tidak memandang usia. Usia hanyalah angka, yang penting saling cinta.

2. Woori Nara Manse!

Prime Minister and I drama

Yup! Nama ketiga anak Kwon Yul ini, jika digabungkan, dalam bahasa Korea berarti “our nation great” atau bisa juga diartikan “jayalah bangsaku”. Lucu banget ya? Belum lagi karakter Manse (yang juga bisa diartikan sebagai “horray!”) yang cocok dengan arti namanya, nakal dan usil!

3. Momen mengharukan tak terduga

Prime Minister and I drama

Meski tidak menjadi spotlight dari drama ini, tapi momen mengharukan justru datang dari Ayah Dajung, Nam Yoosik (diperankan oleh Lee Hanwi) yang menderita Alzheimer. Demi mengingat putrinya, ayah Dajung tidak pernah absen menuliskan nama Dajung di dalam buku hariannya. Yoosik juga selalu tampak senang setiap bertemu Woori, Nara, Manse yang dengan senang hati diakuinya sebagai cucunya.

Sementara itu, kekurangan dari drama ini adalah:

1. Awkward sight of pairing

Okay, mungkin akting Lee Bumsoo dan Yoona memang cukup apik membawakan karakter Kwon Yul dan Dajung, tapi tetap saja rasanya aneh melihat keduanya disandingkan. Hal lain yang harus disyukuri adalah minimnya adegan ciuman dalam drama ini. Tidak terbayang kalau harus melihat mereka banyak berciuman.

 2. Lagi-lagi nikah kontrak!

Seriously? This is Full House all over again! Rasanya gampang sekali mengucapkan dan melaksanakan nikah kontrak. Tidak terhitung banyaknya drama Korea yang menggunakan nikah kontrak sebagai pondasinya. Sebut saja Princess Hours, Fated to Love You, dan masih banyak lagi drama lainnya.

 3. Another makjang alias mengada-ada

Bagaimana rasanya menonton drama yang isinya ‘orang yang tadinya dinyatakan meninggal lalu hidup kembali’? Rasanya ingin banget membanting layar televisi. C’mon, writers, you can do better than that!

Anyway, dengan porsi kekurangan dan kelebihannya, drama ini memang tidak tergolong dalam drama yang sangat menarik dan membuat kita susah move-on. Tapi drama ini lumayan juga untuk ditonton untuk mengisi waktu yang kosong. Yang penasaran cek teaser dan trailernya di bawah ini:

Pictures Credit: Dramabeans.com

9,864 total views, 0 views today

Leave a Reply